MENETAPKAN KADAR ASAM ASETAT / CUKA (CH3COOH) DENGAN NaOH 0.1 N

BAB IV

A4

MENETAPKAN KADAR ASAM ASETAT / CUKA (CH3COOH)

DENGAN NaOH 0.1 N

I. Maksud dan tujuan

Maksud dan tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan mengetahui dan memahami  bagaimana cara menetapkan kadar asam asetat dengan NaOH 0,1 N.

II. Alat-alat dan pereaksi

Alat – alat :

# Erlenmeyer 250 ml

# Pipet volume 10 ml + 25 ml

# Buret 50 ml

# Piala gelas 100 ml

# Corong gelas

Pereaksi :

** NaOH 0.1 N

** Asam asetat ( cuka )

** Indikator PP

Reaksi :

NaOH    +   CH3 COOH      >>>      CH3 COONa   +   H2 O

III. Cara kerja :

Bersihkan dan bilas buret dengan air suling.

^^^

Bilasi dan isi buret dengan larutan NaOH 0.1 N hingga penuh dan dihimpitka digaris (skala) nol.

 ^^^

Pipet 25 ml asam asetat kedalam labu ukur 100 ml, encerkan sampai tanda garis.

^^^

Kocok larutan 12 x.

 ^^^

Pipet 10 ml larutan encer kedalam erlenmeyer.

 ^^^

Bubuhi 2 tetes indikator PP.

 ^^^

Titar dengan larutan NaOH dari buret hingga titik akhir berwarna merah muda.

 ^^^

Hitunglah kadar asam asetat dalam % atau g/l.

IV. Data dan perhitungan

BE = BM = 60

 

Volume akhir : 39,60  ml

Volume awal  :  0,00  ml  –

Volume titrasi : 39,60 ml

Volume akhir : 39,50  ml

Volume awal  :  0,00 ml   –

Volume titrasi : 39,50 ml

# Rata-rata volume titrasi = (39,60 + 39,50)

2

39,55 ml

# Kadar CH3COOH    = X ml  x N.  NaOH x P x BE

= 39,55 ml x 0,1N x (100 x 1000) x 60

25      10

= 39,55 x 0,1 x 400 x 60

= 94.920 mg/l = 94,920 g/l

# % CH3COOH          = kadar asam asetat (g/l) x 100%

1000 x BJ (dianggap 1)

= 94,920 x 100%

1000

= 9,492 %

 

V. Diskusi :

Dalam mengencerkan larutan baku harus tepat dihimpitkan digaris (skala) nol agar kadar asam asetat tetap atau tidak berubah. Kemudian larutan harus dikocok minimal 12x agar larutan homogen dan hasil akhir tepat. Dalam percobaan ini, indikator yang digunakan adalah penolftalin (PP) dengan trayek pH antara 8,2 – 10, karena penitarnya ialah NaOH yang bersifat basa kuat. Dalam melakukan praktek, sebaiknya dilakukan 2 kali percobaan agar hasil lebih akurat dalam menentukan kadarnya. Selisih antara 2 percobaan tersebut maksimal 0,1 ml. Dalam melakukan titrasi harus berhati-hati karena jika lebih sedikit saja akan mempengaruhi hasil akhir. Hasil penitaran titik akhir harus berwarna merah muda karena pada saat itu larutan dalam keadaan netral.

VI. Kesimpulan :

Jadi, kadar CH3COOH yaitu 94,920 g/l atau 9,492 %.

7 thoughts on “MENETAPKAN KADAR ASAM ASETAT / CUKA (CH3COOH) DENGAN NaOH 0.1 N

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s