Pengelolaan Persediaan

Pengelolaan Persediaan

  1. Pengertian

Persediaan merupakan bagia utama dari modal kerja, sebab dilihat dari jumlahnya biasanya persediaan inilah unsur modal kerja yang paling besar. Ini juga merupakn faktor penting dalam menentukan kelancaran operasi perusahaan. Hampir disetiap perusahaan memiliki persediaan, perbedaan untuk masing-masing perusahaan tersebut dalah jenis persediaannya.

Perusahaan memiliki persediaan dengan maksud untuk menjaga kelancaran operasinya. Tapi tidak berarti perusahaan harus menyediakan persediaan sebanayak-banyaknya. Persediaan yang tinggi memungkinkan perusahaan bisa memenuhi permintaan pelanggan yang mendadak, tapi persediann yang tinggi akan menyebabkan penrusahaan harus menyediakan dana untuk modal kerja yang besar pula.

Unuk mempredisikan permintaan secara tepat memang sangat sulit, oleh karena itu perlu direncanakan sedemikian agar persediaan tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu sedikit.

  1. Biaya persediaan

Dalam pengelolaan persediaan bahan baku ini akan muncul dua jenis biaya yang dipertimbankan untuk menetukan jumlah persediaan yang paling optimal. Yaitu Biaya pesan (ordering cost) dan biaya simpan (carrying cost).

  1. Biaya pesan yaitu biaya yang timbul sebagai akibat pemesanan. Biaya ini besarnya bergantung dari frekuensi pemesanan, ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus

 

Biaya pesan = R/Q x O

R=bahan baku yang dibutuhkan

Q=pembelian bahan baku (unit)

O=biaya pemesanan

  1. Biaya simpan yaitu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untu menyimpan persediaan selama period tertentu agar bahan baku yang disimpan kualiatasnya sesuai dengan yang diinginkan. Dengan asumsi tingkat pemakaian bahan baku konstan, maka biaya simpan dapat dihitung dari rata-rata bahan baku yang disimpan.bila bahan baku yang dipesan setiap kali pesan sebesar Q unit, maka rata-rata biaya simpan adalah sebesar = Q/2

Apabila biaya simpan sebesar C rupih dari rata-rata bahan yang disimpan, maka biaya simpan bisa dihitung dengan rumus sebagai berikut.

Biaya simpan=Q/2 x C

 

  1. Economical order quantity

Prusahaan tentu akan berushaan menekan biaya seminimal mungkin agar keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar, demikian juga dengan manajemen persediaan, selalu mengupayakan agar biaya persediaan menjadi minimal. EOQ adalah jumlah kuantitas bahan yang dibeli pada setiap kali pembelian dengan biaya yang paling minimal.EOQ tercapai pada saat biaya pesan sama dengan biaya simpan.

  1. Reorder Point

Setelah jumlah bahan yang dibeli dengan biaya minimal ditentukan, masalah selanjutnya yng muncul adalah kapan perusahan harus memesan kembali agar perusahan tidak sampai kehabisan bahan. Titik dimana perusahaan harus memesan kembali agar kedatangan bahan baku yang dipesan tepat pada saat persediaan bahan diatas safety stock sama dengan Nol disebut Reorder point. Yang perlu diprhatikan dalam mementukan reorder point adalah :

  • Kebutuhan bahan baku selama tenggang waktu menunggu atau masa lead time
  • Besarnya safety stock.
  1. PENGARUH DISKON PADA EOQ

                Dalam menghitung besarnya pemesanan pada analisis EOQ belum memasukkan unsure harga dari bahan itu sendiri karena telah diasumsikan bahwa harga dianggap konstan selama setahun, sehingga tidak relevan untuk dimasukkan. Bila pelanggan membeli dalam jumlah besar akan diberikan diskon (quantity discount), sebagai insentif bagi perusahaan yang membeli dalam jumlah besar. Oleh karena itu bila ada syarat diskon harga bila membeli dalam jumlah tertentu, maka unsure harga menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan dalam analisis EOQ.

  1. CONTOH SOAL

Perusahaan BALTIKA dalam setahun membutuhkan bahan baku sebesar 100.000 unit dengan harga Rp.1.000,- per unitnya. Biaya pesanan setiap kali melakukan pemesanan sebesar Rp.100.000,- dan biaya simpan 20% dari rat-rata nilai persediaan. Pada saat ini perusahaan mempunyai gudang yang terbatas kapasitasnya, sehingga hanya bisa menyimpan maksimum 8.000 unit. Untuk meningkatkan kapasitas gudang menjadi 10.000 unit membutuhkan biaya perbaikan sebesar Rp.1.500.000,-. Apabila biaya modal untuk menambah kapasitas tersebut adalah 20%, apakah sebaiknya gudang tersebut diperluas?

Diketahui :

R = 100.000 unit

O = Rp. 1.000,-/ unit

C = (20%Rp. 1.000,-) = Rp. 200,-

Harga = Rp. 1.000,-/ unit

Ditanya : apakah sebaiknya gudang tersebut diperluas?

Jawab :

Jumlah pembelian yang paling ekonomis adalah

EOQ =

Jumlah pembelian yang ekonomis sebesar 10.000 unit berarti kapasitas gudang tidak mencukupi, karena hanya mampu menampung 8.000 unit. Dengan demikian perlu dipertimbangkan untuk memperluas gudang sampai kapasitas 10.000 unit, yang memerlukan biaya Rp.1.000.000,- dengan modal 20%.

Alternatif 1. Tidak memperluas gudang, sehingga pemnelian hanya sesuai kapasitas gudang yakni 8.000 unit.

  • Biaya pesan 1 tahun = 100.000 / 8.000 x Rp. 100.000,-     = Rp. 1.250.000,-
  • Biaya simpan 1 tahun = 8.000 / 2 x (Rp. 1.000 x 20%)       = Rp.   800.000,-

Total biaya                                                                                        = Rp. 2.050.000,-

Alternatif 2 memperluas gudang agar kapasitas mencapai 10.000 unit sesuai dengan pembelian ekonomis.

  • Biaya pesan 1 tahun = 100.000/10.000 x Rp. 100.000,-     = Rp. 1.000.000,-
  • Biaya simpan 1 tahun = 10.000/2 (Rp. 1.000 x 20%)           = Rp. 1.000.000,-
  • Biaya modal investasi = 20% x Rp. 1.000.000,-                     = Rp.   200.000,-

Total biaya                                                                                         = Rp. 2.200.000,-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s