Fiksasi Zat Warna Reaktif Vinilsulfon

Fiksasi Zat Warna Reaktif Vinilsulfon

Reaksi fiksasi pada zat warna reaktif vinilsulfon terjadi melalui mekanisme adisi nukleofilik. Mekanisme adisi nukleofilik ini pada umumnya terdiri dari 2 tahap yaitu tahap eliminasi gugus lepas (k1) dan tahap adisi gugus fungsi serat yang bersifat Nukleofilik(k2).

Gugus (-SO2-) yang terdapat pada zat warna reaktif tersebut bersifat sebagai penarik elektron yang kuat. Dengan adanya gugus tersebut maka laju reaksi tahap eliminasi   gugus   lepas berlangsung   relatif lebih cepat dibandingkan   dengan laju

reaksi adisi nukleofilik. Karena itu, tahap adisi merupakan tahap penentu laju reaksi.

Laju reaksi fiksasi yang terjadi antara senyawa vinilsulfon dengan serat (k2) jauh lebih besar jika dibandingkan dengan laju hidrolisis (k3). Namun ternyata reaksi fiksasi dengan gugus fungsi serat sangat tergantung pH larutan celup. Biasanya reaksi fiksasi ini berlangsung pada suasana sedikit alkalis. Sedangkan reaksi fiksasi pada suasana asam atau sedikit netral memungkinkan reaksi fiksasi yang terjadi sangat kecil

Sumber       : Dede Karyana, Struktur Zat Warna Reaktif dan Daya Celupnya, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung, 1998, halaman 13.

Gambar   2.8 Reaksi Adisi Nukleofilik pada Fiksasi Zat Warna Reaktif Vinilsulfon

 SILAHKAN DOWNLOAD MS.WORD DISINI : —> Fiksasi Zat Warna Reaktif Vinilsulfon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s