Mekanisme Pengerjaan Pemfiksasi Zat Warna Reaktif

Mekanisme Pengerjaan Pemfiksasi Zat Warna Reaktif

Pengerjaan iring dengan zat pemiksasi kationik untuk zat warna reaktif pada prinsipnya hampir sama dengan pengerjaan iring untuk zat warna direk yaitu membentuk ikatan ion dengan gugus pelarut dari zat warna, sehingga membentuk molekul yang lebih besar (kompleks) dan diharapkan dapat meningkatkan ketahanan luntur warna dalam keadaan basah.

Reaksi antara zat warna reaktif dengan pemiksasi kationik

D-[SO3]x          +     xC+               → [D- (SO3C+)x]

Zat warna        zat kation aktif    senyawa kompleks

Salah satu zat pemiksasi (fixing agent) yang banyak digunakan adalah senyawa polikuartener yang bersifat kationik. Mekanisme proses fixing-nya dapat dijelaskan sebagai berikut : gugus pelarut dari zat warna reaktif yang ada pada serat umumnya bermuatan negatif, sedangkan senyawa polikuartener bermuatan positif. Dengan adanya muatan yang berlawanan memungkinkan adanya reaksi antara zat warna dengan zat pemiksasi membentuk senyawa yang lebih komplek. Selain itu zat pemiksasi tersebut akan bereaksi pula dengan selulosa sehingga akan terikat lebih kuat.

SILAHKAN DOWNLOAD DISINI : —>Mekanisme Pengerjaan Pemfiksasi Zat Warna Reaktif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s